WELCOME TO DHARUS BLOG

Senin, 17 Oktober 2011

Laporan PTK












LAPORAN


Pemantapan Profesi Keguruan (P2K)




SMA MUHAMMADIYAH 4 MAKASSAR



Oleh

Nama      : SITI WAHYUNI UDHANA
Nim         : 10536 1742 07






PROGRAM STUDI STRATA SATU (S1)
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2011
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Program Pemantapan Profesi Keguruan (P2K) oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar di SMA MUHAMMADIYAH 4 MAKASSAR Tahun Ajaran 2010/2011 dinyatakan diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini adalah:
N a m a                        : Siti Wahyuni Udhana
NIM                            : 10536 1742 07
Jurusan                        : Pendidikan Matematika
Program Studi             : Strata Satu (S1)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

Makassar,                    2011
Disahkan Oleh,

           Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing


Sitti Fithriani Saleh, S.Pd, M.Pd.                                            Syarifah, S.Pd                                                       

Mengetahui,

Kepala Sekolah
SMA MUHAMMADIYAH 4 MAKASSAR


(Drs. Muhammad Hasbi)



LEMBAR PENILAIAN

Berdasarkan pengamatan dan laporan Program Pemantapan Profesi Keguruan (P2K) oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar.


N a m a                        : Siti Wahyuni Udhana
NIM                            : 10536 1742 07
Jurusan                        : Pendidikan Matematika
Program Studi : Strata Satu (S-1)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)


Maka guru dan dosen pembimbing memberikan nilai A/B/C/D/E)* (………….) pada kegiatan ini.

                                                                        Makassar, …………….2011


           Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing


Sitti Fithriani Saleh, S.Pd, M.Pd.                                            Syarifah, S.Pd                                                       


                                   



)* Coret yang tidak perlu

FORMAT LAPORAN

Lembar Pengesahan
Lembar Penilaian
BAB I PENDAHULUAN
  1. Profil Proses Pembelajaran di kelas
  2. Profil Hasil Belajar
  3. Rumusan Masalah berdasarkan profil proses pembelajaran dan hasil belajar
  4. Bentuk tindakan untuk memecahkan masalah sesuai dengan masalah
  5. Argumentasi logis pilihan tindakan
  6. Tujuan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
            Relevansi antara konsep/ teori yang dikaji dengan permasalahan.
BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN
  1. Jumlah siswa, tempat, dan waktu pelaksanaan P2K
  2. Langkah – langkah pembuatan perangkat pemelajaran inovatif seperti RPP dan alat evaluasi.
  3. Implementasi RPP dan Evaluasi di kelas
BAB IV HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
  1. Hasil Pelaksanaan
  2. Pembahasan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
  1. Simpulan
  2. Saran
Daftar Pustaka






Penilaian Laporan

Nama Mahasiswa      : Siti Wahyuni Udhana
NIM                            : 10536 1742 07
Jurusan/ Prodi           : Pend. Matematika/S-1


Bab

Komponen

Kriteria
Skala Penilaian
1
2
3
4
1
Pendahuluan
Profil Proses Pembelajaran di kelas




Profil Hasil Belajar




Rumusan dan Pemecahan Masalah
Rumusan masalah berdasarkan profil proses pembelajaran dan hasil belajar




Bentuk tindakan untuk memecahkan masalah sesuai dengan masalah




Ada argumentasi logis pilihan tindakan.




Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah




2
Kajian Pustaka
Relevansi antara konsep/teori yang dikaji dengan permasalahan




3
Prosedur Pelaksanaan
Jelas jumlah, tempat, dan waktu pelaksanaan P2K




Membuat RPP berdasarkan standar Kompetensi.




Membuat alat evaluasi berdasarkan tujuan pembelajaran




Implementasi RPP di kelas minimal 4 kali pertemuan




Implementasi alat evaluasi di kelas setelah 4 kali pertemuan pembelajaran.




4
Hasil pelaksanaan dan pembahasan
Menyajikan hasil belajar setiap selesai evaluasi dengan data lengkap yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi.




Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu perubahan pada diri siswa, lingkungan, guru berupa perubaha proses dan hasil belajar.




Pembahasan dilakukan dengan mengaitkan temuan dengan tindakan, indicator keberhasilan, serta kajian teoretik dan empiric.




5
Simpulan dan Saran
Menyajikan simpulan hasil pelaksanaan (Potret kemajuan) sesuai dengan tujuan.




Saran tindak lanjut diberikan berdasarkan temuan dan pembahasan hasil pelaksanaan pembelajaran inovatif di kelas.




6
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka relavan dan penulisannya sesuai ketentuan.




Jumlah





Keterangan :
  • Nilai : 1 kurang sekali; 2 Kurang; 3 Baik; 4 Baik sekali
  • Penentuan Nilai Akhir (NA) P2K
  • NA = (Jumlah nilai Guru Pembimbing + Jumlah Nilai Dosen Pembimbing)/ 2
  • Interval Nilai



Makassar,                    2011
Guru Pembimbing/ Dosen Pembimbing




(………………………………………)



























BAB I
PENDAHULUAN

A. Profil Proses Pembelajaran di kelas      
            Program Pemantapan Profesi Keguruan atau yang sering di singkat menjadi P2K berlokasi di SMA Negeri 1 Sungguminasa. Menempatkan penulis sebagai peneliti dimana meninjau pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Dimana kelas yang dipilih di sini adalah kelas yang benar – benar siswanya adalah heterogen. Agar apa yang akan diteliti jelas terlihat perubahan yang terjadi. Kelas yang dipilih adalah kelas XI IPA 5.  kelas ini merupakan salah satu kelas yang termasuk heterogen dari beberapa kelas di sekolah tersebut. Keadaan siswanya sangat bervariasi, ada yang memang pintar dalam hal matematika atau menguasai pelajaran matematika, ada juga yang sedang atau biasa – biasa saja, ada juga yang sama sekali tidak suka atau memang tidak senang dalam belajar matematika. Informasi tersebut di peroleh dari hasil observasi yang dilakukan.
Dalam kelas tersebut siswanya berjumlah 35 orang yang terdiri dari 10 orang laki – laki dan 25 orang perempuan. Dalam proses belajar mengajar yang dilakukan, dipilih sebuah model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan situasi dan kondisi para siswanya. Sebelumnya menurut guru matematika di sekolah tersebut hanya menggunakan satu model pembelajaran saja. Yakni model pembelajaran secara langsung. Model pembelajaran macam ini di anggap sudah biasa dan diperlukan suatu model yang lebih sesuai dan merupakan hal baru bagi guru dan siswa – siswanya. Model pembelajaran yang berusaha diterapkan adalah model pembelajaran cooperative dengan Tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions).
Proses pembelajaran berlangsung dengan mengutamakan pemberian tindakan secara langsung kepada peserta didik. Sesuai dengan penelitian yang akan dilaksanakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pemberian perlakuan langsung dalam bentuk tindakan ini, diharapkan dapat lebih meningkatkan motivasi belajar siswa, aktifitas siswa, kreatifitas siswa, terlebih dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang selama ini dianggap masih kurang. Dengan demikian, maka peneliti menganggap perlu adanya suatu metode atau model pembelajaran yang diberikan dalam bentuk sebuah tindakan. Agar pembelajaran dalam kelas juga tidak berlangsung secara menoton dan terjadi hanya satu arah, yaitu dari guru ke siswa. Tapi lebih dari itu, peneliti berharap dengan penerapan model pembelajaran ini, maka diharapkan terjadi komunikasi dua arah antara guru ke siswa dan siswa ke guru.
Dalam pembelajaran tipe STAD siswa dibentuk dalam beberapa kelompok kemudian dari kelompok tersebut siswa diajak untuk lebih kreatif, inovatif dan memiliki rasa kebersamaan yang kuat dalam tim masing – masing. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan ada beberapa aspek yang diperhatikan disini, yakni, Minat siswa, Perhatian Siswa, Partisipasi siswa, serta Presentasi siswa di kelas. Proses pembelajaran di kelas berlangsung dalam bentuk siklus. Ada beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan seorang guru dalam proses belajar mengajar yakni, Apersepsi, Penjelasan materi, Penjelasan metode cooperative tipe STAD, Tekhnik pembagian kelompok, Pengelolaan Kegiatan Diskusi, Pemberian Pertanyaan atau kuis, Kemampuan melakukan Evaluasi, Memberikan Penghargaan Individu dan kelompok, Menentukan Nilai Individu dan Kelompok Menyimpulkan materi Pembelajaran dan menutup Pembelajaran.
Melalui model pembelajaran inilah, diharapkan hasil belajar siswa semakin meningkat. Oleh karena itu, maka peneliti merasa perlu menggunakan Model Pembelajaran cooperative tipe STAD ini pada siswa kelas XI IPA 5. karena dengan Melihat kondisi pembelajaran sebelumnya, serta melihat keadaan siswa di kelas tersebut sangat heterogen.
B. Profil Hasil Belajar
Setelah melihat proses pembelajaran yang berlangsung di kelas selama siklus pertama berjalan, terlihat bahwa hasil pembelajaran siswa meningkat. Ini terlihat dari hasil pemberian tugas kepada siswa dalam bentuk LKS dan Kuis dan tes hasil belajar. (Dapat dilihat di lampiran lembar observasi Perbandingan rata – rata hasil belajar siswa antara Pembelajaran cooperative tipe STAD dengan tanpa tipe STAD).
Hal ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan model pembelajara cooperative tipe STAD, hasil belajar siswa mengalami kemajuan. Termasuk minat, perhatian, partisipasi, dan juga presentasi siswa di kelas mengalami kemajuan. Guru pembimbing pun berkata demikian bahwa, minat siswa lebih terpacu, perhatiannya juga lebih focus, serta partisipasi masing – masing siswa lebih banyak, siswa pun tidak tanggung – tanggung untuk tampil depan kelas dalam mempresentasikan apa yang telah mereka pelajari.
Sejauh yang dilaksanakan dalam siklus ini, telah memberikan perubahan sikap siswa ke arah yang baik. Hasil belajar yang di perlihatkan siswa telah membuktikan bahwa model pembelajaran ini cocok digunakan dalam kelas XI IPA 5. Mengingat bahwa untuk mengetahui perubahan hasil belajar siswa yang lebih konkrit maka tidak hanya diperlukan perlakuan dalam satu siklus saja, tetapi ada siklus berikutnya yang bisa menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran ini valid dan memang sesuai untuk digunakan di kelas tersebut. Oleh karena dalam kelas XI IPA 5 tidak hanya ada penulis tapi ada teman sejawat yang juga akan melakukan hal yang sama pada siklus ke dua. Maka diharapkan pada siklus kedua tersebut hasil belajar siswa lebih meningkat lagi dari siklus pertama.
Dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika nilai standar di SMA Nengeri 1 Sungguminasa yaitu 75 pada tahun pelajaran 2008/2009. Rata-rata nilai yang diperoleh khususnya kelas XI IPA 5  untuk mata pelajaran matematika adalah 61,31. Sedangkan hasil tes siklus 1 rata-rata yang diperoleh adalah 62,42 dan pada siklus II meningkat 78,28.
C. Rumusan Masalah berdasarkan profil proses pembelajaran dan hasil belajar
            Berdasarkan profil proses pembelajaran dan hasil belajar, maka rumusan  masalahnya yakni: “Apakah dengan penggunaan model pembelajaran cooperative tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA ­­5  SMA Negeri 1 Sungguminasa.”
D. Bentuk tindakan untuk memecahkan masalah sesuai dengan masalah
            Bentuk tindakan yang dilakukan dalam memecahkan masalah sesuai dengan masalah yang ada dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah dengan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran cooperative tipe STAD. Dengan menggunakan model pembelajaran cooperative tipe STAD ini, maka diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Sungguminasa.

E. Argumentasi logis pilihan tindakan
            Berdasarkan masalah tersebut, penulis tertarik melakukan perbaikan pembelajaran dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Perbaikan awal yang dilakukan adalah penerapan model pembelajaran yang lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi secara maksimal. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran koopertaif.
Model pembelajaran kooperatif tumbuh dari suatu tradisi pendidikan yang menekankan berfikir dan latihan bertindak demokratis, pembelajaran aktif, perilaku kooperatif, dan menghormati perbedaan dalam masyarakat multibudaya. Dalam pelaksanaannya model pembelajaran kooperatif dapat merubah peran guru dari peran terpusat pada guru keperan pengelolah aktivitas kelompok kecil. Sehingga dengan demikian peran guru yang selama ini monoton akan berkurang dan peserta didik akan semakin terlatih untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, bahkan permasalahan yang dianggap sulit sekalipun. Beberapa penelian yang terdahulu menggunakan model pembelajaran koopertif menyimpulkan bahwa model pembelajaran tersebut telah memberikan masukan yamg berarti bagi sekolah, guru, dan terutama peserta didik dalam meningkatkan prestasi.
F. Tujuan
            Mengacu pada permasalahan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai melalui Penelitian Tindakan Kelas ini adalah “Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA5 SMA Negeri 1 Sungguminasa dengan penggunaan model pembelajaran cooperative tipe STAD.”

 BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Landasan Teori
1.      Pengertian belajar
       Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan merupakan kegiatan yang paling cocok dam merupakan kegiatan bagi setiap orang. Ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Sekarang timbul pertanyaan apakah belajar itu sebenarnya?. Tentu saja terhadap pertanyaan tersebut banyak pendapat yang berbeda satu sama lain.
         Ada beberapa pandangan tentang belajar diantaranya
         Menurut Gagne (syaiful sgala, 2003:13) berpendapat bahwa  “Belajar adalah sebagai suatu proses dimana suatu organismeberubah prilakunya sebagai akibat dari pengalaman.” 
         Gagasan yang menyatakan bahwa belajar menyangkut perubahan dalam suatu organisme, berarti belajar juga membutuhkan waktu dan tempat. Belajar disimpulkan terjadi, bila tampak terjadi tanda-tanda bahwa perilaku manusia berubah sebagai akibat terjadinya proses pembelajaran.
          Adapun defenisi belajar menurut Morgan (Ratumanan, 2004;1) adalah “Belajar dapat didefenisikan sebagai setiap perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman”
        Menurut defenisi diatas seseorang mengalami proses belajar kalau ada perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dalam menguasai ilmu pengetahuan. Belajar disini merupakan “suatu proses” dimana guru melihat apa yang terjadi selama murid menjalani pengalaman edukatif untuk mencapai suatu tujuan yang harus diperhatikan dari siswa adalah pola perubahan pada pengetahuan selama pengalaman belajar itu berlangsung.
       Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang secara keseluruhan, sebagai akibat dari pengalaman dan latihan, denagn perubahan-perubahan yang dihasilkan bersifat relative tetap.
2.      Hasil Belajar Matematika
Hasil belajar adalah kecakapan yang diperoleh melalui proses belajar. Hasil belajar merupakan ukuran yang menyatakan seberapa jauh tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa dengan pengalaman yang telah diberikan dan disiapkan oleh sekolah. Hal ini sejalan dengan pengertian yang dikemukakan oleh Bahri (Kasmawati; 2006:7) yang menyatakan bahwa:” hasil belajar adalah suatu yang diperoleh dan suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun kelompok. Hasil tersebut tidak akan diperoleh selama seseorang tidak melakukan suatu kegiatan.
Jadi hasil belajar matematika merupakan sesuatu yang dicapai oleh siswa melalui suatu proses belajar matematika, untuk menentukan hasil belajar matematika dilakukan evaluasi hasil belajar yang biasanya menggunakan alat evaluasi yang berupa tes.
3.      Pembelajaran Kooperatif
a.       Pengertian pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif bukanlah model baru dalam Proses Belajar Mengajar, karena sesungguhnya pembelajaran  kooperatif  telah dilaksanakan oleh guru dengan terprogram dalam satuan pelajarannya (SP) yaitu pada Langkah-langkah Pembelajaran, akan tetapi guru tidak mengetahui bahkan   sering kali  dalam proses pembelajaran tak dapat dilaksanakan sesuai program karena factor intern dan ekstern yang terjadi saat jalannya proses belajar mengajar, dan guru akan mengubah model pembelajaran tersebut, misalnya menggunakan metode pembelajaran tradisional dimana guru mendominasi kelas atau dengan metode ceramah- Tanya jawab atau pengerjaan soal-soal sebagai latihan.
Dengan adanya pembaharuan dalam pergerakan refomasi pendidikan Pembelajaran kooperatif dimasukan sebagai suatu keharusan,  pembelajaran kooperatif  telah  merangkum banyak model pembelajaran. Pada dasarnya pembelajaran kooperatif menggalahkan siswa untuk belajar bekerja sama dalam kelompok, atau menjadi suatu tim yang baik dengan saling melengkapi.
Pembelajaran koopeatif dilaksanakan dalam kelompok - kelompok  kecil supaya pelajar-pelajar dapat berkerjasama dalam kelompok masing-masing untuk mempelajari materi pelajaran  sesuai kecakapan dan kemapuan bekerja sama.
Pada dasarnya pembelajaran kooperatif melibatkan pelajar bekerjasama dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dirancang guru sebelumnya dan guru  berfungsi sebagai fasilitator dan pengayom maka pembelajaran kooperatif dimaksudkan agar siswa benar-benar menerima ilmu dari pengalaman belajar bersama-sama dengan rekan-rekannya  baik yang sudah dikatakan cakap maupun yang masih dikatakan lemah dalam memahamikonsep / materi pelajaran(http://www.geocities.com/gardner02_8/ilmiah1.htm)
Dari uraian-uraian di atas  penulis dapat nyatakan bahwa pembelajaran kooperatif yaitu gabungan dari berbagai model pembelajaran yang menitik beratkan untuk siswa berkreasi, bekerja sama dan mampu berkomunikasi dalam kelompoknya juga antar kelompok dengan siswa lain sekelasnya sehingga ada pengalaman belajar yang baik.
b.      Ciri - Ciri Pembelajaran Kooperatif:
1.    Belajar dalam Kelompok
        Pembagian Kelompok Belajar diarahkan untuk mencapai keberhasilan dalam  menguasai suatu konsep yang di ajar. Tujuannya agar hasil yang dicapai melalui usaha bersama dari seorang wakil  yang  dipercayakan di dalam kelompok tersebut. Dalam kelompok ini setiap wakilnya mempunyai peranan tertentu dan jelas dalam usaha kelompok mencapai tujuan yang ditetapkan, kelompok yang dibentuk guru bukan kelompok besar tetapi paling banyak terdiri dari 5 orang, juga diperhatika keberadaan personil tiap kelompok dan diatur secara homogen maupun heterogen agar jalannya pembelajaran efektif dan efisien.
     2.   Interaksi sosial ditekankan
 Setiap wakil dari kelompok akan bertemu dalam satu kelompok dan membahas  secara bersama-sama yang selanjutnya hasil yang diperoleh akan dibawakan kembali dalam kelompoknya semula, dengan demikian pembahasan menjadi berkembang, wakil kelompok mempunyai tanggung jawab memejukan pemahaman anggota kelompoknya maka dia dianggap sanggup untuk menerima dan memberi suatu informasi/konsep pelajaran pada anggota kelompoknya
3.    Kerja Sama antar Siswa dalam Mencapai  Tujuan.
         Keberhasilan kelompok akan tergantung kepada pemahaman individu-individu anggotanya. Setiap anggota mempunyai tanggungjawab untuk dapat memberi suatu masukan yang berarti pada kelompoknya. Ini dikenal sebagai prinsip kerja sama kelompok Untuk mencapai keberhasilan. Dalam prinsip ini, tugas diberikan kepada semua wakil dari kelompok untuk kemudian dipresentasikan. Tanggungjawab tiap wakil kelompok tersebut dimaksudkan  agar  setiap pelajar dapat aktif dalam kelompoknya. Selanjutnya agar setiap pelajar mendapat kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam  pembahasan kelompoknya, dengan begitu kecakapan seorang anggota dapat diberikan kepada anggota lain.
c.       Kelebihan pembelajaran kooperatif
Slavin (ratumanan, 2004;133) mengemukakan bahwa pembelajaran koopertif memberikan beberapa keuntungan, yakni:
v  Siswa bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok.
v  Siswa aktif membantu dan mendorong semangat untuk sama-sama berhasil.
v  Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok.
v  Interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat.
Interaksi antar siswa juga membantu meningkatkan perkembangan kognitif yang non konservatif menjadi konservatif (Teori Piagen). Menurut Kagan (1994) , pembelajaran kooperatif bagi golongan berbakat telah membawa banyak keberkesanan atau faedah seperti berikut :
      Memperbaiki hubungan social antar siswa
      Meningkatkan prestasi belajar
      Meningkatkan  kepimpinan
      Meningkatkan kemahiran social
      Meningkatkan kemahiran berkomunikasi
      Meningkatkan pengetahuan akan teknologi
      Meningkatkan rasa percaya  diri
d.      Langkah-langkah pembelajaran kooperatif
Menurut Ibrahim (2006:10) Keenam langkah pembelajaran kooperatif  disajikan dalam bentuk tabel berikut ini.
Table 1. Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif.
Fase
Tingkah laku guru
Fase 1
Menyampaika tujuan dan memotivasi siswa

Fase 2
Menyajikan informasi.

Fase 3
Mangorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar.


Fase 4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar.

Fase 5
Evaluasi


Fase 6
Memberikan penghargaan.
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

Guru menyajikan informasi dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok belajar agar melakukan transisi secara efesien.

Guru membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.

Guru mengevalusi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

4.      Tipe Student Achievement Division (STAD)
STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan kolegan-kolegannya di Universitas John Hopkin, merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, sehingga tipe ini dapat digunakan oleh guru-guru yang baru mulai menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif. Menurut Slavin (Ratumanan, 2004;135), dalam STAD siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau lima orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerja, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja di dalam kelompok mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telaj menguasai materi pelajaran tersebut. Akhirnya kepada seluruh siswa diberikan tes tentang materi itu. Pada waktu tes ini mereka tidak dapat saling membantu. Poin setiap anggota ini dijumlahkan untuk mendapat skor kelompok. Tim yang mencapai criteria tertentu diberikan sertifikat atau ganjaran yang lain.
Menurut Slavin (ratumanan, 2004;136), STAD terdiri dari 5 komponen utama sebagai berikut:
  1. Presentasi kelas
Materi dalam STAD disampaikan pada presentasi kelas. Presentasi kelas ini biasanya menggunakan pengajaran langsung atau diskusi yang dipimpin guru. Presentasi kelas dapat pula menggunakan audiovisual. Presentasi kelas ini meliputi tiga komponen, yakni pendahuluan, pengembangan, dan praktek terkendali.


  1. Kelompok
Kelompok dibentuk dari 4-5 siswa, dengan memperhatikan kemampuan, jenis kelamin, ras atau etnis. Fungsi utama dari kelompok adalah untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok terlibat dalam kegiatan belajar, dan yang lebih spesifik adalah mempersiapkan anggota kelompok menghadapai kuis (tes). Setelah guru menyajikan materi pelajaran, setiap kelompok mempelajari materi bersama. Belajar bersama ini meliputi mendiskusikan masalah, membandingkan jawaban, dan mengoreksi miskonsepsi jika ada anggota kelompok yang membuat kesalahan.
  1. Kuis (tes)
Setelah satu atau dua priode guru menyajikan materi dan satu atau dua periode kerja kelompok, siswa diberikan kuis individual. Siswa tidak boleh saling membantu pada saat kuis.
  1. Skor peningkatan individual
Ide ini dimaksudkan untuk memberikan setiap siswa tujuan yang dapat diperoleh jika ia bekerja keras dan melakukan lebih baik. Setiap siswa dapat memberikan konstribusi poin maksimum pada kelompoknya dalam system skor, untuk itu siswa harus bekerja secara baik. Siswa memperoleh poin untuk kelompoknya didasarkan pada derajat skor kuis mereka (presentase benar) melampaui skor dasar Setiap siswa dapat memberikan konstribusi poin maksimum pada kelompoknya dalam system skor, untuk itu siswa harus bekerja secara baik. Siswa memperoleh poin untuk kelompoknya didasarkan pada derajat skor kuis mereka (presentase benar) melampaui skor dasar mereka.
  1. Penghargaan kelompok
Kelompok dapat memperoleh sertefikat atau hadiah jika rata-rata skornya melampaui kriteria tertentu.































BAB III
PROSEDUR PELAKSANAAN
A.    Jumlah siswa, tempat, dan waktu pelaksanaan P2K
      Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 5 SMAN 1 Sungguminasa sabanyak 35 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Pelaksanaan P2K dilaksanakan sebanyak 2 siklus, setiap siklus berlangsung selama 5 kali pertemuan yang terdiri dari 4 kali pertemuan proses belajar mengajar dan I kali pertemuan untuk tes hasil belajar. 
B.     Langkah – langkah pembuatan perangkat pembelajaran inovatif seperti RPP dan alat evaluasi.
Flowchart: Process: Menyusun RPP dan Rencana tindakan Siklus 1Flowchart: Process: Studi Pendahuluan dengan meneliti silabus.Langkah pertama adalah meminta Silabus pada guru Matematika (Guru Pembimbing), langkah ketiga menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), serta merumuskan alat evaluasi berupa soal – soal dalam bentuk kelompok dan individu. Selanjutnya dapat dilihat pada bagan alur di bawah ini:
                                                     
























Flowchart: Process: Rencana Tindakan Siklus 2
Flowchart: Process: Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan



Flowchart: Process: Refleksi














Flowchart: Process: Refleksi
Flowchart: Process: Simpulan








 







C.    Implementasi RPP dan Evaluasi di kelas
Setelah menyusun Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP), maka proses belajar mengajar pun dapat dimulai. Implementasi dari RPP meliputi Pembukaan, penjelasan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, pemaparan tujuan pembelajaran, penyampaian materi, penyampaian metode pembelajaran yang dilaksanakan, pembentukan kelompok, mengarahkan siswa dalam kelompoknya, membuat kesimpulan dan Penutup. Evaluasi di kelas dilaksanakan dalam bentuk kuis, tugas individu, LKS dan uji kompetensi. Selanjutnya dapat dilihat pada lampiran mengenai RPP dan alat evaluasi.
D.  Variabel – variable Penelitian
Secara umum ada dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Sebagai variabel bebasnya adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran matematika kelas XI, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika.
E. Prosedur Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama dua siklus. Rancangan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi,dan refleksi (Kemmis dan Taggart,1998).
Adapun kriteria keberhasilan untuk setiap siklus adalah jika seluruh subyek penelitian: a) Dapat memahami materi yang sedang dipelajari, b) Dapat menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari, c) Senang dan aktif mengikuti pembelajaran, d) Memperoleh skor pada tes akhir tindakan minimal 75.


BAB IV
HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
Hasil dan analisis data penelitian dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari kegiatan penelitian tentang hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD yang telah dilaksanakan di SMAN 1  Sungguminasa. Pelaksanaan ini dilaksanakan ua siklus yaitu siklus I dan siklus II, adapun yang dianalisis adalah hasil tes awal, tes akhir siklus I dan tes akhir siklus II.
Hasil dan pembahasan yang diperoleh dari dua siklus pelaksanaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
A.    Peningkatan Hasil Belajar Siswa
1.      Analisis Deskriptif Hasil sebelum menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD
Berdasarkan analisis dskriptif tes awal, hasil belajar siswa dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 1. Statistik skor penguasaan siswa sebelum menggunakan kooperatif
Satistik
Nilai statistik
Subjek
Skor Ideal
Skor Maksimum
Skor Minimum
Rentang Skor
Skor Rata-rata
Standar deviasi
35
100
100
32
48
61.31
48,54
Pada tabel 1 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar matematika sebelum menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 61,31 dari skor ideal 100. banyaknya siswa yang tuntas sebanyak 3 orang (8,57%) dengan standar deviasi 48,54. skor maksimal yang diperoleh siswa pada tes awal adalah 100 dan skor minimum yang diperoleh siswa adalah 32.
Apabila kemampuan siswa menyelesaikan soal-soal pada tes awal dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar siswa pada tes awal dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. distribusi frekuensi ketuntasan belajar siswa pada tes awal
Skor
Frekuensi
Persen
Kategori
0-74
75-100
32
3
 91,42
8,57
Tidak tuntas
Tuntas 
Dari tabel 2 menunjukkan bahwa pada tes awal persentase ketuntasan siswa sebesar 8,57% yaitu 3 dari 35 siswa termasuk dalam kategori tuntas, 91,42% yaitu 32 dari 35 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas, artinya dari 35 siswa lebih banyak yang belum tuntas  dan memerlukan perbaikan pada siklus I.
2.      Analisis Deskriptif Hasil Tes Akhir Siklus I
Pada siklus ini dilaksanakan tes hasil belajar yang berbentuk ulangan harian. Adapun analisis deskriptif skor perolehan siswa setelah diterapkan kooperatif setelah diterapkan kooperatif tipe STAD selama siklus I dan dapat dilihat pada tabel 3 berikut:
Tabel 3. Statistik skor penguasaan siswa pada tes siklus I
Satistik
Nilai statistik
Subjek
Skor Ideal
Skor Maksimum
Skor Minimum
Rentang Skor
Skor Rata-rata
Standar deviasi
35
100
80
45
37
62,34
58,19
Pada tabel 3 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar matematika setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I adalah 62,42 dari skor ideal 100. Banyaknya siswa yang tuntas 6 orang dengan persentase 17,14% dan belum tuntas sebanyak 29 orang dengan persentase 82,85%. Dengan standar deviasi 58,19. Skor maksimum yang diperoleh siswa pada tes siklus I sudah mengalami peningkatan dimana skor rata-rata dari 61,31 meningkat menjadi 62,42.
  Apabila kemampuan siswa menyelesaikan soal-soal pada tes siklus I dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar siswa pada tes siklus I dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Distribusi frekuensi ketuntasan belajar siswa pada tes siklus I
Skor
Frekuensi
Persen
Kategori
0-74
75-100
29
6
82,85
17,14
Tidak tuntas
Tuntas 
Dari tabel 2 menunjukkan bahwa pada tes siklus I persentase ketuntasan siswa sebesar 17,14% yaitu 6 dari 35 siswa termasuk dalam kategori tuntas, 82,85% yaitu 29 dari 35 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas, artinya dari 35 siswa sebagian kecil yang belum tuntas dan memerlukan perbaikan pada siklus II
3.      Analisis Deskriptif Hasil Tes Akhir Siklus II
Pada siklus ini diterapkan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menetapkan dan membenahi kekurangan yang terjadi pada siklus I dan dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Statistik skor penguasaan siswa pada tes siklus II
Satistik
Nilai statistik
Subjek
Skor Ideal
Skor Maksimum
Skor Minimum
Rentang Skor
Skor Rata-rata
Standar deviasi
35
100
90
65
25
78,28
75,50
Pada tabel 5 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar matematika setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus II adalah 78,28 dari skor ideal 100. Banyaknya siswa yang tuntas 29 orang dengan persentase 82,85% dan belum tuntas sebanyak 6 orang dengan persentase 17,14%. Dengan standar deviasi 75,50. Skor maksimum yang diperoleh siswa pada tes siklus II sudah mengalami peningkatan dimana skor rata-rata dari 62,42 pada siklus I meningkat menjadi 78,28 pada siklus II.
  Apabila kemampuan siswa menyelesaikan soal-soal pada tes siklus II dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar siswa pada tes siklus Il dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Distribusi frekuensi ketuntasan belajar siswa pada tes siklus II
Skor
Frekuensi
Persen
Kategori
0-74
75-100
6
29
17,14
82,85
Tidak tuntas
Tuntas 
Dari tabel 6 menunjukkan bahwa pada tes siklus II persentase ketuntasan siswa sebesar 82,85% yaitu 29 dari 35 siswa termasuk dalam kategori tuntas, 17,14% yaitu 6 dari 35 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas, artinya dari tes siklus I  ke tes siklus II mengalami peningkatan yaitu dari 6 siswa yang tuntas pada tes siklus I meningkat pada tes siklus II menjadi 29 siswa.
Hal ini disebabkan karena pada siklus II ini, para siswa sudah mulai beradaptasi dan terbiasa dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAd, setelah dilakukan pembenahan mengenai hal-hal yang dianggap kurang pada siklus I.
B.     Hasil Analisis Kualitatif
Disamping peningkatan hasil matematika, selam penelitian pada siklus I dan siklus II tercatat sejumlah perubahan yang terjadi selama proses belajar mengajar berlangsung. Perubahan tersebut merupakan data kualitatif yang diperoleh dari lembar observasi pada setiap pertemuan yang dicatat pada tiap siklus dan catata teman sejawat selaku observer untuk mengetahui perubahan kesiapan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar selama penelitian ini berlangsung. 
 Berikut ini adalah data perubahan siswa selama kegiatan proses belajar mengajar:
1.      Kehadiran siswa semakin meningkat dari 97,65% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Hal ini disebabkan karena pada pertemuan pertemuan kedua ada satu orang siswa yang sakit dan pada pertemuan keempat ada 1orang siswa yang alpa dan 1 orang siswa yang sakit.
2.      Keaktifan siswa dalam kegiatan kelompok terjadi peningkatan dari 37,5% pada siklus I menjadi 56,25 pada siklus II. Hal ini disebabkan karena siswa menyadari akan pentingnya saling saling kerja sama dalam berkelompok dimana kita dapat menyelesaikan soal-soal yang sulit bersama teman kelompoknya.
3.      Pada proses belajar mengajar masih banyak siswa yang meminta untuk dibimbing. Ketika pembelajaran kooperatif tipe STAD telah diterapkan sudah terjadi penurunan yaitu dari 43,75% menurun menjadi 25%. Hal ini disebabkan karena terjalin kerjasama kelompok dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
4.      Siswa yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti mengalami penurunan dari 15,62% pada siklus I menjadi 9,37% pada siklus II. Hal ini disbabkan karena siswa menyadari akan pentingnya dalam memperhatikan materi yang dijelaskan oleh guru.
5.      Siswa yang mengajukan diri untuk mengerjakan soal dipapan tulis mengalami peningkatan dari 9,37% pada siklus I menjadi 18,75% pada siklus II. Hal ini disebabkan karena mereka termotivasi oleh temannya yang lain, yang selalu mengerjakan soal di papan tulis. Dan guru juga selalu memotivasi untuk bersaing secara sehat untuk mengerjakan soal di papan tulis. 
6.      Siswa yang mengumpulkan PR mengalami peningkatan dari 93,75% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Hal ini disebabkan karena guru mengembalikan PR kepada masing-masing siswa sehingga yang tidak mengumpulkan PR akan merasa malu kepada siswa yang lain yang mendapatkan nilai dari PR yang dikerjakannya. Hal ini juga dapat memotivasi siswa dalam mengerjakan PR
C.    Refleksi Terhadap Pelaksanaan Tindakan dalam proses Belajar Matematika
1.      Pandangan siswa terhadap mata pelajaran matematika dapat dikatakan mengalami perubahan kearah yang lebih positif. Hal ini dapat terlihat dari interaksi yang terjadi baik antara siswa dengan siswa maupun guru dengan siswa di kelas.
2.      Pandangan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode STAD, untuk hal ini tersebut umumnya siswa menanggapi dengan positif. Mereka menganggap bahwa metode pembelajaran tersebut memberikan peluang kepada mereka untuk lebih memahami materi, sedangkan ketua kelompok menjadi asing untuk menumbuhkan motivasi belajar pada dirinya untuk bersaing secara sehat. Disamping itu, pada pembelajaran ini siswa dapat menumbuh kembangkan kekompakkan antara anggota kelompok terutama pada saat mereka mendiskusikan atau bertukar pikiran untuk mencari jawaban yang benar sehingga lebih berkesan dan mudah diingat.
3.      Tugas LKS yang diberikan sekaligus berfungsi menjadi jelas diagnostik dapat secara langsung menguji kemampuan siswa. PR yang diberikan juga sangat membantu siswa untuk secara langsung menguji atau mengulangi apa yang telah dipahami pada saat pembelajaran di sekolah
4.      pemberian pujian atau penghargaan kepada siswa yang mengerjakan tugas yang diberikan merupakan salah satu faktor yang memotivasi siswa untuk lebih meningkatkan cara belajarnya.
D.    Pembahasan
Dari hasil observasi yang dilakukan selama dua siklus dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan banyak perubahan pada siswa antara lain:
1.      Siswa lebih termotivasi untuk belajar
2.      Siswa merasa senang dengan metode yang diterapkan
3.      Siswa merasa lebih akrab dengan teman-temannya
4.      Siswa mempunyai kepercayaan dalam mengerjakan soal-soal di papan tulis.
Diawal pertemuan terdapat kendala yang terjadi dalam proses pembelajaran yaitu masih adanya siswa yang tidak mmpunyai keberanian dalam menjawab pertanyaan, bertanya, mengerjakan soal di papan tulis, serta mengerjakan LKS dan pekerjaan rumah (PR). Tapi hal ini tidak berlangsung lama karena diakhir siklus I sudah terjadi perubahan pada siswa tersebut.
Pada siklus II kendala yang ditemukan disiklus I sudah terkendali terlihat dari semakin meningkatnya minat belajar siswa dan mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh peneliti, pada siklus I persentase kehadiran siswa 97,65% meningkat menjadi 100% pada siklus II. Serta skor rata-rata yang dicapai siswa pada siklus I 78,96 meningkat menjadi 87,34 pada siklus II.
Berdasarkan pada indikator keberhasilan, siswa dikatakan tuntas apabila memperoleh skor minimal 75% dari skor ideal dan tuntas belajar secara klasikal apabila 80% dari jumlah siswa telah tuntas belajar. Dari data yang diperoleh setelah perlakuan dapat ditunjukkan bahwa pada siklus I terdapat 6 orang siswa yang tuntas belajar dengan persentase 17,14% sedangkan pada siklus II terdapat 29 orang siswa yang tuntas belajar dengan persentase 82,85%. Dengan melihat dari persentase ketuntasan belajar tersebut mengalami peningkatan, maka jelas terlihat bahwa telah mencapai tuntas secara klasikal. 









BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Peranan pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas proses belajar mengajar.
2.      Dari hasil observasi memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus I kesiklus II.
3.      Kemampuan dalam diskusi kelompok juga mengalami kemajuan yang sangat berarti. Hal ini disebabkan karena siswa sudah mulai terbiasa belajar kelompok.
4.      Penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran menunjukkan peningkatan. Hal ini dapat ditunjukkan hasil rata-rata ulangan harian (rata-rata ulangan harian I tanpa pembelajaran kooperatif tipe STAD 61,31 menjadi 62,42 (ulangan harian II memakai pembelajaran kooperatif tipe STAD) dan kemudian meningkat menjadi 78,28 pada ulangan harian III pada siklus II.
5.      Pembelajaran kooperatif tipe STAD relevan dengan pembelajaran kontekstual.
6.      Melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa membangun sendiri pengetahuannya, menemukan langkah-langkah dalam  mencari sendiri penyelesaikan dari suatu materi yang harus dikuasai oleh siswa, baik secara individu atau kelompok.
7.      Dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, pelajaran matematika yang biasanya dianggap sulit bagi sebagian siswa menjadi menyenangkan.

B.     Saran
Telah terbukti dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIc dalam mata pelajaran matematika, maka kami sarankan sebagai berikut:
1.      Dalam kegiatan belajar mengajar guru diharapkan menjadikan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai suatu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran matematika.
2.      Karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa, maka kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam pelajaran matematika ataupun pelajaran lain.













DAFTAR PUSTAKA

Haling, Abdul. 2007. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Ibrahim, Muslim. 2000. Pembelajaran Kooperatif. UNESA. Universitas press Kampus UNESA. Surabaya.
Lahude Herlina. 2008. Meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 belopa kab. Luwu melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Skripsi UNISMUH Makassar.

Ratumanan. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Ambon: Unesa University Press.
Suherman, Erman. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

Tahir, Budiman dan Aminuddin. 2008. Meningkatkan pemahaman konsep bangun datar melalui talimatika kelas II A SD Impres Bonto-Bontoa Kabupaten Gowa. Laporan Akhir PTK Bagi Guru peserta PTK. Makassar





 





















LAMPIRAN
















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan         : SMAN 1 Sungguminasa
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/ Semester              : XI (sebelas) IPA 5/ Genap
Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi    : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar             : mengunakan sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi aljabar dan trigonometri.
Indikator                           :- menghitung limit fungsi aljabar dan trigonometri di suatu titik
                                           - menghitung limit fungsi aljabar dan trigonometri dengan mengunakan sifat-sifat limit.
I.       Tujuan pembelajaran
·   Peserta didik dapat menghitung limit fungsi trigonometri di satu titik
·   Peserta didik dapat menghitung limit fungsi trigonometri dengan menggunakan sifat-sifat limit.
II.    Materi ajar
Limit fungsi trigometri
   - rumus-rumus limit fungsi trigonometri
III. Kegiatan belajar mengajar
1.      Model pembelajaran   : pendekatan kooperatif tipe STAD
2.      Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah , Tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas
IV. Langkah-langkah pembelajaran
  1. Kegiatan awal
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
  1. Apersepsi : mengingat kembali materi mengenai cara menghitung limit fungsi aljabar di suatu titik dan tak hingga dan sifat-sifat yang digunakan dalam perhitungan limit.
  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  3. Memotivasi : apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik dapat menghitung limit fungsi trigonometri di suatu titik.
  4. Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif.
  1. Kegiatan inti
Fase 2 : guru menyajikan informasi
·         Peserta didik diberikan stimulasi berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menghitung limit fungsi aljabar di suatu titik dan tak hingga dan sifat-sifat yang digunakan dalam perhitungan limit..
·         Peserta didik diberikan contoh soal bagaimana menghitung turunan fungsi aljabar di suatu titik dan tak hingga dan sifat-sifat yang digunakan dalam perhitungan limit..


Fase 3 : mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar
·         Guru mengelompokkan siswa 4-5 orang sesuai dengan kelompok kooperatifnya masing-masing.
Fase 4 : membantu kelompok kerja dalam belajar
·         Guru membimbing peserta didik  dalam kelompok belajar untuk mengerjakan beberapa soal mengenai cara menghitung turunan fungsi trigonometri dengan menggunakan defenisi turunan.
Fase 5 : evaluasi
·         Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Siswa lain menanggapi, guru membimbing dan menghargai pendapat siswaehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menyajikan karya kelompoknya.
·         Guru mendata niali perolehan siswa, untuk siswa yang nilainya  70 mengerjakan soal-soal pengayaan, sedangkan untuk siswa yang < 70 mengikuti remedial.
  1. Penutup
Fase 6 : memberi penghargaan
·         Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok yang mempunyai kerjasama yang baik, dan berdasarkan penilaian dari hasil evaluasi.
·         Siswa diberi tugas individu/kuis.
V.    Alat/bahan/sumber belajar
·         Alat               : white board, spidol.
·         Sumber buku : Buku paket Matematika penerbit Erlangga dan buku referensi lain
VI. Penilaian
-          Teknik                   :  tugas individu  

     Sungguminasa, 11 April  2009
   Mahasiswa P2K


       ( ERNAWATI )
   NIM : 10536 1138 05


Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing


   ( Dra.A.Marliah Bakri, M.Si )                                                  ( Dra. Halimah )
      NMB 554 619                                                                       NIP 131 918 467






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan         : SMAN 1 Sungguminasa
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/ Semester              : XI (sebelas) IPA 5/ Genap
Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi    : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar             : Menggunakan konsep dan aturan turunan dalm perhitungan turunan fungsi.
Indikator                           : - menghitung limit fungsi yang mengarah ke konsep turunan.
-          menjelaskan arti fisis (sebagai laju perubahan) dan arti geometri turunan disuatu titik.
-          Menghitung turunan fungsi yang sederhana dengan menggunakan defenisi turunan
I. Tujuan pembelajaran
·         Peaerta didik dapat menghitung limit fungsi yang mengarah kekonsep turunan.
·         Peserta didik dapat menentukan laju perubahan nilai fungsi disuatu titik tertentu.
·         Peserta didik dapat menghitung turunan fungsi dengan menggunakan defenisi turunan.
II.          Materi ajar
Deferensial
- Defenisi turunan fungsi
- Notasi turunan
III.       Model / Metode Pembelajaran
1.      Model pembelajaran : kooperatif tipe STAD
2.      Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah , Tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas
IV.                   Langkah-langkah Pembelajaran
A.    Kegiatan awal
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
a.       Apersepsi : mengingat kembali materi mengenai defenisi fungsi turunan.
b.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c.       Memotivasi : apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik dapat menghitung turunan fungsi dengan menggunakan defenisi turunan, menentukan laju perubahan nilai fungsi disuatu titik tertentu, kemudian antara peserta didik dan baru mendiskusikan materi tersebut.
d. . Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif.
B.     Kegiatan inti
Fase 2 : guru menyajikan informasi
·         Peserta didik diberikan stimulasi berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menghitung turunan fungsi dengan menggunakan defenisi turunan, menentukan laju perubahan nilai fungsi disuatu titik tertentu, kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut.
·         Peserta didik diberikan contoh soal oleh guru dan membahas secara bersama-sama.
Fase 3 : mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar
·         Guru mengelompokkan siswa 4-5 orang sesuai dengan kelompok kooperatifnya masing-masing.
Fase 4 : membantu kelompok kerja dalam belajar
·         Guru membimbing peserta didik dalam kelompok belajar untuk mengerjakan beberapa soal mengenai cara menghitung turunan fungsi dengan menggunakan defenisi turunan, menentukan laju perubahan.
Fase 5 : evaluasi
a.       Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Siswa lain menanggapi, guru membimbing dan menghargai pendapat siswaehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menyajikan karya kelompoknya.
b.      Guru mendata niali perolehan siswa, untuk siswa yang nilainya  70 mengerjakan soal-soal pengayaan, sedangkan untuk siswa yang < 70 mengikuti remedial.
C.     Penutup
Fase 6 : memberi penghargaan
·         Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok yang mempunyai kerjasama yang baik, dan berdasarkan penilaian dari hasil evaluasi.
·         Siswa diberi tugas individu/kuis.
V.    Alat/bahan/sumber belajar
·         Alat               : white board, spidol.
·         Sumber buku : Buku paket Matematika penerbit Erlangga dan buku referensi lain
VI. Penilaian
-          Teknik                   :  tugas kelompok  dan tugas individu  


     Sungguminasa, 13 April 2009
   Mahasiswa P2K

       ( ERNAWATI )
Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing

   ( Dra.A.Marliah Bakri, M.Si )                                                  ( Dra. Halimah )
      NMB 554 619                                                                       NIP 131 918 476






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan         : SMAN 1 Sungguminasa
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/ Semester              : XI (sebelas) IPA 5/ Genap
Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi    : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar             : Menggunakan konsep dan aturan turunan dalm perhitungan turunan fungsi.
Indikator                           : -    Menentukan sifat-sifat  turunan fungsi
  -  Menentukan turunan fungsi aljabar dengan menggunakan sifat-sifat turunan
A.    Tujuan pembelajaran
·         Peaerta didik dapat menentukan turunan pertama fungsi yang berbentuk
·         Peserta didik dapat menentukan turunan pertama fungsi aljabar yang berbentuk
·         Peserta didik dapat menentukan turunan pertama fungsi aljabar yang berbentuk
·         Peserta didik dapat menetukan turunan pertama fungsi aljabar yang berbentuk


B.     Materi ajar
Deferensial
Turunan pertama fungsi
Turunan pertama fungsi 
          Turunan pertama fungsi
          Turunan pertama fungsi

III. Model / Metode Pembelajaran
1.      Model pembelajaran : kooperatif tipe STAD
2.      Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah , Tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas
IV.             Langkah-langkah Pembelajaran
C.           Kegiatan awal
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
a.       Apersepsi : mengingat kembali materi sebelumnya yaitu konsep turunan.
b.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c.       Memotivasi : apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik dapat menetukan turunan pertama fungsi aljabar
. d. Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif.
D.          Kegiatan inti
Fase 2 : guru menyajikan informasi
·         Peserta didik diberikan stimulasi berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menghitung turunan pertama  fungsi aljabar yang berbentuk   , ,dan .
·         Peserta didik diberikan contoh soal oleh guru dan membahas secara bersama-sama.
Fase 3 : mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar
·         Guru mengelompokkan siswa 4-5 orang sesuai dengan kelompok kooperatifnya masing-masing.
Fase 4 : membantu kelompok kerja dalam belajar
·               Guru membimbing peserta didik dalam kelompok belajar untuk mengerjakan beberapa soal mengenai cara menghitung turunan pertama fungsi aljabar yang berbentuk   , ,dan .

Fase 5 : evaluasi
 a. Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Siswa lain menanggapi, guru membimbing dan menghargai pendapat siswaehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menyajikan karya kelompoknya.
c. Guru mendata niali perolehan siswa, untuk siswa yang nilainya  70 mengerjakan soal-soal pengayaan, sedangkan untuk siswa yang < 70 mengikuti remedial.


C.           Penutup
Fase 6 : memberi penghargaan
·         Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok yang mempunyai kerjasama yang baik, dan berdasarkan penilaian dari hasil evaluasi.
·         Siswa diberi tugas individu/kuis.
VII.                      Alat/bahan/sumber belajar
·         Alat               : white board, spidol.
·         Sumber buku : Buku paket Matematika penerbit Erlangga, buku paket matematika SMA kelas XI program IPA, B.K. Noormandiri  dan buku referensi lain
VIII.                   Penilaian
-          Teknik                   :  tugas kelompok  dan tugas individu  


     Sungguminasa, 14 April 2009
   Mahasiswa P2K

       ( ERNAWATI )
Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing

   ( Dra.A.Marliah Bakri, M.Si )                                                  ( Dra. Halima )
      NMB 554 619                                                                       NIP 131 918 476

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan         : SMAN 1 Sungguminasa
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/ Semester              : XI (sebelas) IPA 5/ Genap
Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi    : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar             : Menggunakan konsep dan aturan turunan dalm perhitungan turunan fungsi.
Indikator                           : -    Menentukan sifat-sifat  turunan fungsi
  -  Menentukan turunan fungsi aljabar dengan menggunakan sifat-sifat turunan
B.     Tujuan pembelajaran
·         Peaerta didik dapat menentukan turunan pertama fungsi yang berbentuk
·         Peserta didik dapat menentukan turunan pertama fungsi aljabar yang berbentuk
·         Peserta didik dapat menentukan turunan pertama fungsi aljabar yang berbentuk


C.     Materi ajar
Deferensial
Turunan pertama fungsi
Turunan pertama fungsi 
          Turunan pertama fungsi

III. Model / Metode Pembelajaran

1.      Model pembelajaran : kooperatif tipe STAD
2.      Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah , Tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas
IV.             Langkah-langkah Pembelajaran
D.          Kegiatan awal
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
a.       Apersepsi : mengingat kembali materi sebelumnya yaitu konsep turunan.
b.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c.       Memotivasi : apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka akan membantu peserta didik dalam menyelesaikan soal latihan.
. d. Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif.
E.           Kegiatan inti
Fase 2 : guru menyajikan informasi
·         Peserta didik diberikan stimulasi berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menghitung turunan pertama  fungsi aljabar yang berbentuk   , , ,  dan
·         Peserta didik diberikan contoh soal oleh guru dan membahas secara bersama-sama.
Fase 3 : mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar
·         Guru mengelompokkan siswa 4-5 orang sesuai dengan kelompok kooperatifnya masing-masing.
Fase 4 : membantu kelompok kerja dalam belajar
      Guru membimbing peserta didik dalam kelompok belajar untuk mengerjakan beberapa soal mengenai cara menghitung turunan pertama fungsi aljabar yang berbentuk   , , ,  dan
Fase 5 : evaluasi
 a. Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Siswa lain menanggapi, guru membimbing dan menghargai pendapat siswaehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menyajikan karya kelompoknya.
d.                        Guru mendata niali perolehan siswa, untuk siswa yang nilainya  70 mengerjakan soal-soal pengayaan, sedangkan untuk siswa yang < 70 mengikuti remedial.


C.           Penutup
Fase 6 : memberi penghargaan
·         Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok yang mempunyai kerjasama yang baik, dan berdasarkan penilaian dari hasil evaluasi.
·         Siswa diberi tugas individu/kuis.
IX. Alat/bahan/sumber belajar
·         Alat               : white board, spidol.
·         Sumber buku : Buku paket Matematika penerbit Erlangga, buku paket matematika SMA kelas XI program IPA, B.K. Noormandiri  dan buku referensi lain
X.    Penilaian
-          Teknik                   :  tugas kelompok  dan tugas individu  


     Sungguminasa, 18 April 2009
   Mahasiswa P2K

       ( ERNAWATI )
Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing

   ( Dra.A.Marliah Bakri, M.Si )                                                  ( Dra. Halimah )
      NMB 554 619                                                                       NIP 131 918 476

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan         : SMAN 1 Sungguminasa
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/ Semester              : XI (sebelas) IPA 5/ Genap
Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi    : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar             : Menggunakan konsep dan aturan turunan dalm perhitungan turunan fungsi.
Indikator                           :-  Menentukan turunan fungsi trigonometri dengan menggunakan sifat-sifat turunan.
I. Tujuan pembelajaran
Peserta didik dapat menentukan turunan fungsi trigonometri dengan menggunakan sifat-sifat turunan.
II.          Materi ajar
Turunan fungsi trigonometri
·         Turunan fungsi sinus
·         Turunan fungsi cosinus
·         Turunan fungsi tangens
   III. Model / metode pembelajaran
1.      Model pembelajaran   : pendekatan kooperatif tipe STAD
2.      Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah , Tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas
IV.             Langkah-langkah pembelajaran
A.                                  Kegiatan awal
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
  1. Apersepsi : mengingat kembali materi mengenai defenisi turunan fungsi dan notasi fungsi.
  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  3. Memotivasi : apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik dapat menentukan turunan fungsi trigonometri
  4. Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif.
B.                                                     Kegiatan inti
Fase 2 : guru menyajikan informasi
·         Peserta didik diberikan stimulasi berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menentukan fungsi turuna trigonometri.
·         Peserta didik diberikan contoh soal bagaimana menghitung turunan fungsi dengan menggunakan defenisi turunan.
Fase 3 : mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar
·         Guru mengelompokkan siswa 4-5 orang sesuai dengan kelompok kooperatifnya masing-masing.


Fase 4 : membantu kelompok kerja dalam belajar
·         Guru membimbing peserta didik  dalam kelompok belajar untuk mengerjakan beberapa soal mengenai cara menghitung turunan fungsi trigonometri dengan menggunakan defenisi turunan.
Fase 5 : evaluasi
a.       Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Siswa lain menanggapi, guru membimbing dan menghargai pendapat siswaehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menyajikan karya kelompoknya.
b.      Guru mendata niali perolehan siswa, untuk siswa yang nilainya  70 mengerjakan soal-soal pengayaan, sedangkan untuk siswa yang < 70 mengikuti remedial.
C.     Penutup
Fase 6 : memberi penghargaan
·         Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok yang mempunyai kerjasama yang baik, dan berdasarkan penilaian dari hasil evaluasi.
·         Siswa diberi tugas individu/kuis.
V.                Alat/bahan/sumber belajar
·         Alat               : white board, spidol.
·         Sumber buku : Buku paket Matematika penerbit Erlangga dan buku referensi lain
VI.             Penilaian
-          Teknik                   :  tugas kelompok  dan tugas individu  

     Sungguminasa, 18 Mei  2009
   Mahasiswa P2K

       ( ERNAWATI )
Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing

   ( Dra.A.Marliah Bakri, M.Si )                                                  ( Dra. Halimah)
      NMB 554 619                                                                       NIP 131 918 476














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan         : SMAN 1 Sungguminasa
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/ Semester              : XI (sebelas) IPA 5/ Genap
Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi    : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar             : Menggunakan konsep dan aturan turunan dalm perhitungan turunan fungsi.
Indikator                           : -    Menentukan turunan fungsi komposisi dengan aturan rantai
I. Tujuan pembelajaran
·         Peaerta didik dapat menentukan turunan fungsi komposisi dengan aturan rantai
II.          Materi ajar
Turunan fungsi komposisi dengan aturan rantai

III.       Model / Metode Pembelajaran
1.      Model pembelajaran : kooperatif tipe STAD
2.      Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah , Tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas

IV.             Langkah-langkah Pembelajaran
A.                                  Kegiatan awal
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
a.       Apersepsi : mengingat kembali materi sebelumnya yaitu konsep turunan.
b.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c.       Memotivasi : apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik dapat menentukan turunan fungsi komposisi dengan aturan rantai
. d. Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif.
B.     Kegiatan inti
Fase 2 : guru menyajikan informasi
·         Peserta didik diberikan stimulasi berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menghitung turunan pertama  fungsi komposisi dengan aturan rantai
·         Peserta didik diberikan contoh soal oleh guru dan membahas secara bersama-sama.
Fase 3 : mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar
·         Guru mengelompokkan siswa 4-5 orang sesuai dengan kelompok kooperatifnya masing-masing.
Fase 4 : membantu kelompok kerja dalam belajar
      Guru membimbing peserta didik dalam kelompok belajar untuk mengerjakan beberapa soal mengenai cara menghitung turunan fungsi komposisi dengan aturan rantai

Fase 5 : evaluasi
e.       Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Siswa lain menanggapi, guru membimbing dan menghargai pendapat siswaehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menyajikan karya kelompoknya.
f.       Guru mendata niali perolehan siswa, untuk siswa yang nilainya  70 mengerjakan soal-soal pengayaan, sedangkan untuk siswa yang < 70 mengikuti remedial.
C.     Penutup
Fase 6 : memberi penghargaan
·         Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok yang mempunyai kerjasama yang baik, dan berdasarkan penilaian dari hasil evaluasi.
·         Siswa diberi tugas individu/kuis.
XI. Alat/bahan/sumber belajar
·         Alat               : white board, spidol.
·         Sumber buku : Buku paket Matematika penerbit Erlangga, buku paket matematika SMA kelas XI program IPA, B.K. Noormandiri  dan buku referensi lain
XII.                      Penilaian
-          Teknik                   :  tugas kelompok  dan tugas individu  




     Sungguminasa, 19 Mei 2009
   Mahasiswa P2K

       ( ERNAWATI )
Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing

   ( Dra.A.Marliah Bakri, M.Si )                                                  ( Dra. Halimah )
      NMB 554 619                                                                       NIP 131 918 476














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan         : SMAN 1 Sungguminasa
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/ Semester              : XI (sebelas) IPA 5/ Genap
Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi    : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar             : Menggunakan turunan untuk menentukan karateristik grafik fungsi
Indikator                           : -    Menentukan persamaan garis singgung dari sebuah fungsi
                                            -  menentukan fungsi monoton naik dan turun dengan menggunakan konsep turunan pertama
I.       Tujuan pembelajaran
·         Peaerta didik dapat menentukan persamaan garis singgung dari sebuah fungsi
·         Peserta didik dapat menentukan fungsi monoton naik dan turun dengan menggunakan konsep turunan pertama
II.    Materi ajar
·         Persamaan garis singgung di suatu titik pada kurva
·         Fungsi naik dan fungsi turun


III. Model / Metode Pembelajaran
1.      Model pembelajaran : kooperatif tipe STAD
2.      Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah , Tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas
IV.             Langkah-langkah Pembelajaran
A.                                                                                                          Kegiatan awal
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
·                                                                                                                                       Apersepsi : mengingat kembali materi sebelumnya yaitu konsep turunan.
·                                                                                                                                       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
·               Memotivasi : apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik dapat menentukan persa,maan garis singgung dari sebuah fungsi serta fungsi naik dan fungsi turun dengan menggunakan konsep turunan pertama.
·               Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif.
B.                                                                                                           Kegiatan inti
Fase 2 : guru menyajikan informasi
·         Peserta didik diberikan stimulasi berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menentukan persa,maan garis singgung dari sebuah fungsi serta fungsi naik dan fungsi turun dengan menggunakan konsep turunan pertama.
·         Peserta didik diberikan contoh soal oleh guru dan membahas secara bersama-sama.

Fase 3 : mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar
·         Guru mengelompokkan siswa 4-5 orang sesuai dengan kelompok kooperatifnya masing-masing.
Fase 4 : membantu kelompok kerja dalam belajar
·         Guru membimbing peserta didik dalam kelompok belajar untuk mengerjakan beberapa soal mengenai cara menentukan persa,maan garis singgung dari sebuah fungsi serta fungsi naik dan fungsi turun dengan menggunakan konsep turunan pertama.
Fase 5 : evaluasi
a. Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Siswa lain menanggapi, guru membimbing dan menghargai pendapat siswaehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menyajikan karya kelompoknya.
b. Guru mendata niali perolehan siswa, untuk siswa yang nilainya  70 mengerjakan soal-soal pengayaan, sedangkan untuk siswa yang < 70 mengikuti remedial.
D.    Penutup
Fase 6 : memberi penghargaan
·         Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok yang mempunyai kerjasama yang baik, dan berdasarkan penilaian dari hasil evaluasi.
·         Siswa diberi tugas individu/kuis.
  1. Alat/bahan/sumber belajar
a.       Alat               : white board, spidol.
b.      Sumber buku : Buku paket Matematika penerbit Erlangga, buku paket matematika SMA kelas XI program IPA, B.K. Noormandiri  dan buku referensi lain

VI. Penilaian
-          Teknik                   :  tugas kelompok  dan tugas individu  

     Sungguminasa, 25 Mei 2009
   Mahasiswa P2K

       ( ERNAWATI )
Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing

   ( Dra.A.Marliah Bakri, M.Si )                                                  ( Dra. Halimah )
      NMB 554 619                                                                       NIP 131 918 476








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan         : SMAN 1 Sungguminasa
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/ Semester              : XI (sebelas) IPA 5/ Genap
Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi    : Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar             : Menggunakan turunan untuk menentukan karateristik grafik fungsi
Indikator                           : -    Menentukan nilai-nilai stasioner
                                           
I. Tujuan pembelajaran
·         Peaerta didik dapat menentukan nilai stasioner dan titik stasioner
·         Peserta didik dapat menentukan jenis-jenis stasioner
II.          Materi ajar
Nilai-nilai stasioner
·         Pengertian nilai stasioner dan titik stasioner
·         Jenis-jenis nilai stasioner
III.       Model / Metode Pembelajaran
Model pembelajaran : kooperatif tipe STAD
Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah , Tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A.    Kegiatan awal
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
·         Apersepsi : mengingat kembali materi sebelumnya yaitu konsep turunan.
·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
·         Memotivasi : apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik dapat menentukan nilai stasioner dan titik stasioner, dan jenis-jenis stasioner.
·         . Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif.
B.                                                                                                           Kegiatan inti
Fase 2 : guru menyajikan informasi
·         Peserta didik diberikan stimulasi berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menentukan nilai stasioner dan titik stasioner, dan jenis-jenis stasioner
·         Peserta didik diberikan contoh soal oleh guru dan membahas secara bersama-sama.
Fase 3 : mengorganisasi siswa kedalam kelompok belajar
·         Guru mengelompokkan siswa 4-5 orang sesuai dengan kelompok kooperatifnya masing-masing.

Fase 4 : membantu kelompok kerja dalam belajar
·          Guru membimbing peserta didik dalam kelompok belajar untuk mengerjakan beberapa soal mengenai cara menentukan nilai stasioner dan titik stasioner, dan jenis-jenis stasioner
Fase 5 : evaluasi
a. Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Siswa lain menanggapi, guru membimbing dan menghargai pendapat siswaehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menyajikan karya kelompoknya.
b. Guru mendata niali perolehan siswa, untuk siswa yang nilainya  70 mengerjakan soal-soal pengayaan, sedangkan untuk siswa yang < 70 mengikuti remedial.
E.     Penutup
Fase 6 : memberi penghargaan
·         Guru memberikan penghargaan dengan pujian kepada kelompok yang mempunyai kerjasama yang baik, dan berdasarkan penilaian dari hasil evaluasi.
·         Siswa diberi tugas individu/kuis.
V.    Alat/bahan/sumber belajar
·         Alat               : white board, spidol.
·         Sumber buku : Buku paket Matematika penerbit Erlangga, buku paket matematika SMA kelas XI program IPA, B.K. Noormandiri  dan buku referensi lain
VI.                                           Penilaian
-          Teknik                   :  tugas kelompok  dan tugas individu  





     Sungguminasa, 26 Mei 2009
   Mahasiswa P2K

       ( ERNAWATI )
Mengetahui
Dosen Pembimbing                                                       Guru Pembimbing

   ( Dra.A.Marliah Bakri, M.Si )                                                  ( Dra. Halimah )
      NMB 554 619                                                                       NIP 131 918 476


























L K S 1
SIKLUS I
  KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
5.

   SOAL
1. Buktikan bahwa
2. Buktikan bahwa
3. hitunglah
4. Hitunglah
 



L K S 2
SIKLUS I
  KELOMPOK
    1.
    2.
    3.
    4.
    5.

   SOAL

1.      Carilah turunan dari dengan menggunakan empat langkah untuk mencari .
2.      carilah dari fungsi













L K S 3
SIKLUS I
 KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
5.

 SOAL
1.Tentukan turunan pertama dari .
2.Tentukan turunan pertama dari
3.Tentukan turunan pertama dari
4.Tentukan turunan pertama dari
      






L K S 1
SIKLUS 2
 KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
5.

 SOAL

1.      Carilah turunan dari fungsi
2.      Carilah turunan dari fungsi
3.      Carilah turunan kedua dari fungsi trigonometri
4.      Carilah turunan dari fungsi
















L K S 2
SIKLUS 2
 KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
5.

 SOAL

1.Tentukan turunan dari
2.Tentukan turunan dari























L K S 3
SIKLUS 2

 KELOMPOK
1.
2.
3.
4.
5.

 SOAL

1. Sebuah kurva parabola dinyatakan dengan rumus y : f(x)= . Tentukan interval-interval x agar
      f(x): i) fungsi naik    ii) fungsi turun
2.  sebuah fungsi di tentukan dengan rumus y = f(x) = . Tentukan interval-interval x agar fungsi
       f(x): i) naik           ii) turun

















KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Rabbul Alamin yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga laporan Pemantapan Profesi Keguruan (P2K) dapat terwujud sebagaimana mestinya.
Laporan Pemantapan Profesi Keguruan ini disusun berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan sejak april 2009, keikutsertaan penulis dalam kegiatan ini merupakan salah satu mata kuliah yang penulis harus selesaikan, selain itu dalam kegiatan juga melatih penulis untuk menjadi guru yang profesional.
Disadari bahwa laporan Pemantapan Profesi Keguruan (P2K) ini tidak lepas dari kekurangan-kekurangan, karena keterbatasan dan kemampuan penulis. Sangat diharapkan masukan dari dosen pembimbing dan guru pembimbing dalam rangka penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika.
                                                                       
                                                                                    Sungguminasa, 28 Juni 2009


                                                                                                PENULIS
 









Data Hasil Penelitian Dan Analisis

No
Nama
Tes Awal
Tes Siklus I
Tes Siklus II
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
SULTAN ALAUDDIN
M. ZAENAL
AIRIN DEVIYANTI
DACHNIAR DWI ASTUTI
DAVID MARSEL
DEWI SUMARTIPUN
FIRMAN DJANIM L.
HIKMA ARDIANA ARSUL
IJAYANTI
INDAH YUNISARI
MUH. AMRIH
MUH. WANDI WINARTA
NOVI FEBRIYANI
NUR AFIFAH
NUR ANNY SYATUL FITRI
NUR KHAERUNNISA
NURMALASARI
NURWAHIDAH
REZA CARLINA
WIDYA AYUDIAH
MUH. IMRAN IRWAN
AYU LESTARI
ANDI RESKI TENRIPAKUA
DESTI  KUSUMANINGRUM
MUCHLIS MUNAWAR
NURUL IBTISAN
DWI YULIANTI NUR
NUR ASTRI
MUH. FADLY ESA
ASNIDAR
ANITA RASYID
ARISKA UTAMI RAIS
FEBRIANI PRATIWI Y.L
AAN NISA
NUR ADHAHILAH ADSAH

70
60
60
60
70
60
70
60
60
60
60
70
60
60
60
60
60
60
60
80
60
60
70
80
40
60
75
60
50
60
60
72
32
70
37
55
75
50
65
70
65
55
70
75
55
75
70
70
50
75
55
45
60
50
70
55
60
60
80
45
75
70
70
70
60
55
50
55
70
55
75
80
75
90
75
90
75
90
90
80
75
80
70
65
80
65
65
80
65
75
75
75
80
90
80
90
80
80
80
80
75
75
90
70
80







Skor Rata-rata : tes awal == =61,31
                          tes siklus I===62,42
                          tes siklus II===78,28
Tuntas             : tes awal: 3 orang siswa,  tes siklus I: 6 orang siswa, tes siklus II : 29 orang siswa
Persen ketuntasan : 1. tes awal           : 8,5 %
        2. tes siklus I       : 17,14%
        3. tes siklus II      : 82,85%



































DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK

NO
NAMA
JENIS KELAMIN
KELOMPOK
1
SULTAN ALAUDDIN
LAKI-LAKI


1

2
M. ZAENAL
LAKI-LAKI
3
AIRIN DEVIYANTI
PEREMPUAN
4
DACHNIAR DWI ASTUTI
PEREMPUAN
5
DAVID MARCEL. T
LAKI-LAKI
6
DEWI SUMARTIPUN
PEREMPUAN


2
7
FIRMAN DJANIM L.
LAKI-LAKI
8
HIKMAH ARDIANA ARSUL
PEREMPUAN
9
IJAYANTI
PEREMPUAN
10
INDAH YUNISARI
PEREMPUAN
11
MUH. AMRIH
LAKI-LAKI


3
12
MUH. WANDI WINARTA
LAKI-LAKI
13
NOVI FEBRIYANTI
PEREMPUAN
14
NUR AFIFAH
PEREMPUAN
15
NUR ANNY SYATUL FITRI
PEREMPUAN
16
NUR KHERUNISAH
PEREMPUAN


4
17
NURMALASARI
PEREMPUAN
18
NURWAHIDAH
PEREMPUAN
19
REZA CARLINA
PEREMPUAN
20
WIDYA AYUDIAH
PEREMPUAN
21
MUH. IMRAN IRWAN
LAKI-LAKI


5
22
AYU LESTARI
PEREMPUAN
23
ANDI RESKI TENRIPAKUA
PEREMPUAN
24
DESTI DWI KUSUMANINGRUM
PEREMPUAN
25
MUCHLIS MUNAWAR
LAKI-LAKI
26
NURUL IBTISAM
PEREMPUAN


6
27
DWI YULIANTI NUR
PEREMPUAN
28
NUR ASTRI
PEREMPUAN
29
MUH. FADLY ESA
LAKI-LAKI
30
ASNIDAR
PEREMPUAN
31
ANITA RASYID
PEREMPUAN


7
32
ARISKA UTAMI RAIS
PEREMPUAN
33
FEBRIANI PRATIWI YOLANDA SARI
PEREMPUAN
34
AAN’NISA
PEREMPUAN
35
NUR ADHAHILAH ADSAH
PEREMPUAN






 Lembar Observasi Siklus I
NO
ASPEK YANG DIAMATI
SKOR
I
PRAPEMBELAJARAN

1
Siswa menempati tempat duduknya masing-masing
5
2
Kesiapan menerima pembelajaran
5



II
KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN

1
Mampu menjelaskan kembali isi materi terdahulu
5
2
Mendengarkan secara seksama ketia dijelaskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
5



III
KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

A
Penjelasan Materi Pelajaran

1
Memperhatikan dengan serius ketika dijelaskan materi pelajaran
4
2
Aktif bertanya saat proses pembelajaran materi
5
3
Adanya interaksi positif diantara siswa
5
4
Siswa memiliki pemahaman yang sama tentang materi pelajaran yang dijelaskan
4
B
Pendekatan/strategi pembelajaran

1
Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran
5
2
Siswa memberikan pendapatnya ketika diberikan kesempatan
4
3
Aktif mencatat berbagai penjelasan yang diberikan
5
4
Siswa termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran
5
5
Siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dengan santai dan tidak penuh tekanan
5
6
Siswa merasa senang ketika berbagai strategi pembelajaran dilakukan dalam pembelajaran
5
C
Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar

1
Adanya interaksi positif saat media pembelajaran disajikan
-
2
Ketertarikan siswa terhadap materi yang disajikan meningkat saat media pembelajaran disajikan
-
3
Siswa semakin jelas dan konkrit saat penjelasan materi yang disajikan dengan media pembelajaran 
-
D
Penilaian proses dan hasil belajar

1
 Siswa merasa terbimbing
5
2
Mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar
5
E
Penggunaan bahasa

1
Penjelasan dapat dengan mudah dimengerti oleh siswa
5
2
Siswa tidak menemui kesulitan dalam pemahaman ketika dijelaskan materi pelajaran
5



F
Penutup

1
Siswa secara aktif memberi rangkuman
5
2
Siswa membuat rangkuman hasil pembelajaran secara runtun
5

Total PPP
97

Lembar Observasi Siklus II
NO
ASPEK YANG DIAMATI
SKOR
I
PRAPEMBELAJARAN

1
Siswa menempati tempat duduknya masing-masing
5
2
Kesiapan menerima pembelajaran
5



II
KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN

1
Mampu menjelaskan kembali isi materi terdahulu
5
2
Mendengarkan secara seksama ketia dijelaskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
4



III
KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

A
Penjelasan Materi Pelajaran

1
Memperhatikan dengan serius ketika dijelaskan materi pelajaran
5
2
Aktif bertanya saat proses pembelajaran materi
5
3
Adanya interaksi positif diantara siswa
5
4
Siswa memiliki pemahaman yang sama tentang materi pelajaran yang dijelaskan
5
B
Pendekatan/strategi pembelajaran

1
Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran
5
2
Siswa memberikan pendapatnya ketika diberikan kesempatan
5
3
Aktif mencatat berbagai penjelasan yang diberikan
5
4
Siswa termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran
5
5
Siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dengan santai dan tidak penuh tekanan
5
6
Siswa merasa senang ketika berbagai strategi pembelajaran dilakukan dalam pembelajaran
5
C
Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar

1
Adanya interaksi positif saat media pembelajaran disajikan
-
2
Ketertarikan siswa terhadap materi yang disajikan meningkat saat media pembelajaran disajikan
-
3
Siswa semakin jelas dan konkrit saat penjelasan materi yang disajikan dengan media pembelajaran 
-
D
Penilaian proses dan hasil belajar

1
 Siswa merasa terbimbing
5
2
Mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar
5
E
Penggunaan bahasa

1
Penjelasan dapat dengan mudah dimengerti oleh siswa
5
2
Siswa tidak menemui kesulitan dalam pemahaman ketika dijelaskan materi pelajaran
5



F
Penutup

1
Siswa secara aktif memberi rangkuman
5
2
Siswa membuat rangkuman hasil pembelajaran secara runtun
5

Total PPP
99












































L K S 2
SIKLUS 1
No
Butir Soal
Kunci Jawaban
Bobot
1















2
Carilah turunan dari f(x)= dengan menggunakan 4 langkah untuk mencari f`(x)












Carilah f`(x) dari fungsi f(x) =
1.   a. f(x + h)=
                =
     b. f(x + h) – f(x)
         =
         =
     c.
        =
        =
     d.
          =
Jadi
 2. a. f(x + h)=
               =
     b. f(x + h)-f(x)
=
=
   c.
   d.
50















50

















L K S 3
SIKLUS 1

NO
BUTIR SOAL
KUNCI JAWABAN
BOBOT
1.







2.













3.












4.
Tentukan turunan pertama dari H(x) =






Tentukan turunan pertama
H(x) =  











Tentukan turunan pertama dari H(x) =









Tentukan turunan pertama dari
a. H(x) =
b. H(x) =
c. H(x) =
1. H(x) =
u =          v = 2x – 7
u`= 6x                  v`= 2
H`(x) = u`(x) v(x) + u(x) v`(x)
          = (6x)(2x-7) +
          = 

2. H(x) =
u = x + 5          v = 5x – 3
u`= 1                v`= 5

H`(x) =
          =    
          =


3.  H(x) =  
    u =        v =
    u` = 2x + 2              v`= 2x
H`(x) =
  =
  =

4.  a. H(x) =   
        H`(x) =
                  =
    b. . H(x) =
          H`(x) =
                 =
    c. H(x) =  
                = 
                = 


25








25













25












25









































L K S 1
SIKLUS 2
NO
BUTIR SOAL
KUNCI JAWABAN
BOBOT
1.











2.




3.


4.
Carilah turunan fungsi
 f(x) =  









Carilah turunan fungsi
f(x) =


carilah turunan dari fungsi
f(x) =

carilah turunan dari fungsi
f(x) =3 sin x + 5 cos x
1. f(x) =  
    u = sin x            v = sin x + cos x
    u` = cos x          v` = cos x – sin x
   f`(x) =
  =
  =

2.  f(x) =  
    f`(x) =
            =
3. f(x) =  
    F`(x) =

4.f(x) =3 sin x + 5 cos x
   F`(x) = 3 cos x – 5 sin x

25












25



25



25




















 L K S 2
SIKLUS 2
NO
BUTIR SOAL
KUNCI  JAWABAN
BOBOT
1.










2.
Tentukan turunan dari
y =  









Tentukan turunan dari
 y =  
1. y =  
    Mis u =  maka y =
   

3. y =
    mis u =  maka y =
       y =
25










25















L K S 3
SIKLUS 2
NO
BUTIR SOAL
KUNCI JAWABAN
BOBOT
1.








2.

Sebuah kurva parabola dinyatakan dengan rumus y = f(x) = . Tentukan interval-interval x agar
f(x) i) fungsi naik
       ii) fungsi turun

sebuah fungsi di tentukan dengan rumus y =
f(x) = . Tentukan interval-interval x fungsi
i) naik        ii) turun
1. y = f(x) =
        f`(x) = -2x + 2
     2(-x + 1)
          -x = - 1
            x = 1
a. fungsi naik : f`(x) > 0 = x > 1
b. fungsi turun : f`(x) < 0 = x < 1 


2.   y =

    f`(x) = 2x – 6
            2(x – 3)
                x = 3
a. fungsi naik : f` (x) > 0 = x > 3
b. fungsi turun : f` (x) < 0 = x < 3

25








25


























L K S 1
SIKLUS 1
NO
BUTIR SOAL
KUNCI JAWABAN
BOBOT
1.





2.











3. 












4.
Buktikan bahwa



Buktikan bahwa








Hitunglah









Hitunglah
1.
    

2.


3.


4.


25







25









25











25



































TES SIKLUS 1

       SOAL  A

1.

2.

3.  Carilah Turunannya
b.                                                                                                      f(x) =
c.                                                                                                       f(x) =

4.      Carilah turunannya :
a. f(x) =                         b.  f(x) =
5. Carilah f`(x) dengan menggunakan 4 langkah f(x) =





TES SIKLUS 1
    
    SOAL B
1.
2.
3. Carilah turunannya:
    a. f(x) =               b.  f(x) =
4. Carilah turunannya
    a. f(x) =                 b.  f(x) =
5. Carilah f`(x) dengan menggunakan 4 langkah F(x) =










SOAL TES SIKLUS II
 SOAL
1.Carilah turunan dari fungsi f(x) berikut ini:
a.                                                                                                                                                                                     f(x) =
b.                                                                                                                                                                                    f(x) =
2.Tentukan turunan pertama untuk fungsi y =  dengan menggunakan aturan  rantai
3.Tentukan persamaan garis singgung kurva y =  di titik (3,9) .
4.Tentukan interval agar fungsi       f(x) =  
    a. naik       b. turun
 5. Carilah nilai stasioner fungsi   f(x) = dan tentukan pula jenisnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar